Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Januari 2011

Negeriku

“Ayah…”  Sapa  Ridha padaku. Aku baru saja pulang dari kantor dan melihat Ridha main sendiri di taman. Setelah mengenakan kaos kesukaanku, aku bergegas melangkah menuju taman.“Assalamu’alaikum ..” Sapaku  sambil berdiri di ambang pintu belakang rumah kami.       
“Wa’alaikum salam  Ayah...” sahut Ridha yang sedang berlari-lari kecil..
Ridha  adalah anak sulungku  yang masih berumur sepuluh tahun. Hampir setiap siang  setelah pulang sekolah buah  hatiku ini bermain sendiri di taman belakang rumah  kami yang sederhana ini. Terkadang aku  dan  istriku menyuruhnya untuk bermain di luar rumah. Namun dia hanya menjawab kalau tadi waktu di sekolah dia sudah bermain dengan teman-temannya dan setelah pulang ke rumah  dia harus di rumah untuk membantu bundanya atau jika tidak ada yang perlu dibantu  dia akan belajar atau menghafal Al Quran dan pelajaran-pelajarannya.
“Anak ayah sedang olah raga ya?” Tanyaku sambil mencari bebatuan besar  di tepi kolam ikan untuk duduk.
“Bukan ayah,  Ridha sedang  menghapal  juz ke lima” jawab Ridha riang,
“Subhanallah, anak ayah sudah hafal juz lima rupanya” Aku mencoba duduk  di atas sebuah  batu  di pinggir kolam.
“ Ayah baru tau sekarang  ya?’ sambut Ridha sambil memperlambat larinya dengan jengkel.sepertinya dia mulai lupa dengan hafalannya.
“Maafkan ayah!!, tapi kemarin ayah sudah belikan hadiah untuk  hafalan tiga  juz anak ayah. Iya kan??” Aku  memelas sambil tersenyum.
“ Apa ayah masih ingat  berapa bulan  Ridha bisa sampai juz lima, Yah?”
“Emm… tiga bulankan sayang?”
“ Astaghfirullah… Ayah Ridha udah umuran berapa ya…? Ayah  kok jadi pelupa. Ridha cuma butuh dua bulan, Yah…”
“Subhanallah.... Allah mengabulkan do’a ayah.  Allah… engkau akhirnya mengaruniai  hafizul Quran dari darah daging hamba sendiri ya Rabb...” Aku  mengangkat tangan sambil berdo’a dengan  senyuman  dan mata yang berkaca-kaca.
“Amin... tapi kan belum Yah.  Ridha  masih  lima juz” sambut  Ridha gembira.
Ridha duduk di dekatku  sambil mencium keningku. Walau anakku sudah sepuluh tahun tapi dia masih manja seperti tiga tahunan.
“Ayah, teman-teman Ridha hanya beberapa orang  yang bisa  hafal Qur’an, itupun cuma juz Amma. Teman yang lain  untuk sekedar membaca Qur’an  juga ada yang belum bisa, Yah” anakku mulai bercerita sambil memainkan batu-batu di dekatnya.
“Mungkin orang tua mereka belum sempat mengajarkannya sayang” Aku  memeluk dan mencium  pipi Ridha.
“Belum sempat bagaimana Yah? Kamikan sudah sepuluh tahun. Kata nabi, anak  sebesar kami yang tidak mau shalat saja harus dipukul kan yah? Lalu bagaimana  dengan teman-teman yang masih belum diajarkan baca Qur’an? apa orang  tuanya yang harus dipukul Yah?” Ridha muali kesal dengan jawabanku yang setengah hati. Aku selalu saja memancing dia untuk serius, setelah itu aku baru memberikan jawaban yang sedikit lebih mantap.
“Ayah rasa mereka belum  tau  itu,  sayang.” Aku mulai serius menyimak pembicaraan ridha. Aku  kagum dengan anak sulungku yang sangat terbuka ini.
“Ya Allah… Ayah negeri kitakan aman, kaya dan subur, Yah.  Apa coba kurangnya? Orangnya baik-baik semua, tidak ada perang, kekurangan makanan, dan kehilangan  tempat tinggal. Kita punya semuanya, bahkan kita juga punya keluarga yang lengkap. Tidak seperti negara arab itu, Negara apa,Yah?”
“Palestina sayang!!!” Jawabku dengan penuh antusias
“e… betol yah.” Anakku ini rupanya bisa berlagak seperti guru.
“ Mereka kabarnya manusia yang luar biasa, Yah. Ridha dengar dari ustadh kalau anak-anak kecil mereka  rata-rata sudah hafal Qur’an walaupun anak-anak bayi mereka lahir di tenda-tenda pengungsian. Bahkan tidak jarang tentara Israel  itu menahan mobil ambulance ibu-ibu mereka saat akan melahirkan. Belum lagi mereka juga ikut berperang membantu ayah-ayah mereka untuk mempertahankan negeri mereka dari Yahudi itu.”
“Iya sayang. Saudara kita di sana sedang diuji oleh Allah. Mereka kehilanngan orang tua, keluarga, teman, dan  guru-guru mereka. Hampir setiap hari  sejak penyerangan Israel, mereka menyaksikan anak-anak  mati. Rumah-rumah  mereka juga dihancurkan oleh Israel terkutuk itu, mereka kekurangan makanan untuk mengganjal lapar mereka, dan tempat untuk mengadu segala kegalauan mereka. Mereka hanya  yakin Allah akan selalu menjaga mereka, Allah akan memerdekakan negeri yang diberkahi itu.” Aku melihat Ridha mulai suka dengan penjelasanku. Aku selalu berusaha memberitahukan Ridha apa saja dengan sedetil-detilnya.
“Ayah, apa yang mereka harapkan dalam  kehidupan mereka yang tidak pasti itu Yah?” anakku mulai larut dengan pembicaraan kami.
“ Jangan pernah katakana kalau  hidup mereka tidak pasti sayang. Ayah semalam baca di Koran kalau  akhir desember kemarin ada acara wisuda penamatan hafalan 30 juz 1000 anak palestina, umurnya baru 10 tahun,sama seperti umurmu, Sayang. Mereka belajar di antara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah diratakan, diatasnya diberi beberapa helai daun pohon kurma, Ayat-ayat Jihad paling cepat mereka hafal, karena memang didepan mereka tafsirnya. Kamu harus bisa seperti mereka Ridha. Mereka hanya berharap merdeka atau  mati sebagai syuhada.”tampa terasa air mataku ingin jatuh dan langsung saja ku alihkan pandanganku dari Ridha.
Aku   mengelus rambut Ridha  yang terus menyimak pembicaraanku.
Istriku melintas sambil memegang jemuran ditangannya. Dia sedang anakku yang kedua. Aku teringat dengan salah satu isi berita dari Koran tersebut bahwa orang palestina telah  syahid sampai 1400 orang, 600 diantaranya adalah anak-anak, namun sejak penyerangan itu sampai hari ini, mereka  menyambut lahirnya 3000 bayi baru Dijalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar, Allahu Akbar!
“ Engkau masih sangat beruntung  Nak. Engkau masih punya ayah dan bunda yang selalu menemanimu. Ayah harap engkau bisa berguna untuk agama kita ini. Kelak di syurga Ayah dan bunda  bisa memakai mahkota dari Allah  seperti para orang tua teman-temanmu di palestina yang telah hafal Quran dan mengamalkannya.”
Aku  melanjutkan percakapan kami dan memeluk pundak Ridha serta membelai  muka buah hatiku itu. Dia adalah tanggung jawab terbesarku dan aku harus membawanya  ke jalan yang bisa menjadikannya  berguna untuk  dunia dan akhirat,  kelak. Aminn.
Ridha membenamkan wajahnya ke dadaku. Aku sadar bahwa  dia adalah anakku  dari negeri yang merdeka, aman, indah, dan mengagumkan. Negeriku terlalu sempurna untuk orang-orang yang tidak bisa membangunnya seperti kita semua. Tidak seperti saudara-saudara kita disana. Walau mereka hampir kehilangan negerinya, tapi mereka terus  mempertahankannya dengan darah suci mereka.
Ingatlah saudaraku, “Allah akan memenuhi janjinya…”

by: temanku

read more “Negeriku”

Mother days

Allahu akbar..allahu akbar…
Kumandang adzan pagi sudah terdengar dimana-mana…
Namun sari masih larut dalam mimpinya…
Sar..sar… bangun nak jangan lupa solat subuh…
Suara ibu terdengar lembut membangunkan ku
“ya bu, sari udah bangun. Jawab ku sambil malas-malasan”
Aku beranjak menunaikan solat subuh dan melanjutkan mimpiku yang tertinggal…
ZzzZz….
Suara ayam yang berkokok dan burung yang berkicauan bersahut-sahutan membangunkan tidurku..
Hoammm, aku mendekati jendela dan melihat senyuman mentari yang menerpa wajahku yang kusut ini..
Subhanallah Ya Rabb betapa indah ciptaan-Mu, bathinku…

hari ini hari yang membosankan bagiku, ya hari ini aku libur dan sendirian di rumah,
orang tua ku udah berangkat kerja, dan mbak sibuk dengan pekerjaan rumah..
aku malasa-malasan menyalakan tv, dimana-mana berita tentang bola,artis kawin cerai, anak kecil yang booming dan lainnya…
ga ada acara lain apa??
“kenapa non? kok bengong sendiri?? Awas kesurupan lo..”
Hhah ya , aku kaget ngeliat mbak udah ada di belakangku..
“ndak mbak saya bingung ni acara tentang gosip artis dan mamanya,…
Memangnya hari  ini hari apa sih mbak??
“aduh non, non lupa ya?? Hari ini kan hari ibu..
Yang benar mbak?? Aku kurang yakin…
“kalo g percaya liat kalender aja non…”
Aku bergegas ngeliat kalender..
Upps hari ini tgl 22 desember dan hari ibu..
Aku buru-buru mandi  dan bergegas keluar..
“nonnnn, mw kemana? Ga sarapan dulu??
“ntar aja mbak, saya pergi dulu ya..
“Dadah mbakkk….”
Assalamualaikum…

Aku tancap gas dan menuju sebuah pusat perbelanjaan…
Disana banyak anak2 yang jalan sama mamanya, dan ada juga yang sama papanya tuk membeli  kado buat mama mereka..
Huhh, coba aja hari ini papa libur jadikan bisa beli sama papa..
Ya,,,dari kecil aku udah biasa ditinggal sama mbak yang kerja..
Mama-papa sibuk kerja, mereka berangkat sebelum aku bangun dan pulang saat aku udah tidur…
Tapi papa masih ada waktu buat aku dan adikku..
Sedangkan mama super sibuk..jadwalnya selalu padat…
Aku kangen mama….:(
Aku bengong lagi dan disentakkan oleh  salesnya…
Mbak mau beli apa??
Eh anu mbak.. kado buat ibu bagusnya apa ya? Tanya ku sambil tersenyum..
Mbak nya hanya bisa tersenyum melihatku yang celingak celinguk ini..
Bunga aja mbak kalo ga yang paling mama mbak suka…
Jawab salesnya sambil tersenyum..
Aku mutar-mutar took baju dan bunga…
Akhirnya aku nemuin juga baju satu style dan bunga mawar pink yang harum… dan sebuah kartu ucapan…
Yang isinya”:
“assalamualaikum ibuku sayang…
ibu yang sangat kusayangi dan kucintai,,,
hari ini adalah  hari yang sangat istimewa buatmu..
hari ini hari yang sangat indah dan berharga buat mu dan anak-anakmu..
ibu..engkau adalah pahlawan revolusi bagiku,, walaupun kita jarang ketemu, dan komunikasi  engkau adalah ibuku….
Ibu yang melahirkan ku..
Aku tau betapa letihnya dirimu dalam  membesarkan ku…
Betapa sabar dan ikhlasnya dirimu dalam menghadapi sikapku yang nakal ini dan kadang mengabaikan amanahmu..
ibu engkau adalah malaikat penghangat disaat aku  kedinginan dan penyejuk jiwa ku disaat aku galau..
melihat mu yang semangat dan tak pernah mengeluh membuat kami sadar betapa besarnya hatimu  kepada akuanaku..
bu  ini ada sebuah hadiah kecil yg tak bernilai apa-apa buat mu
dan tak bisa membalas jasa yang elah kau  berikan kepada aku
happy mother days bu…
your always  in my heart and  everythink with us…
can’t changes  your profil in my life and my world…
miss you forever mom…..
with love
your childs
sari…

aku membungkus dan menyelipkan kartu ucapan dengan pita warna pink…

setelah selesai membayar aku pulang dengan riangnya…
**
Wah  ga terasa akhirnya sampe rumah juga…
Mbak…mbak…..
Ibu udah pulang belum??
“belum non, kenapa non?? Kangen ya sama ibu?”
Tanya mbak..
“ya mbak kangen banget, hehe…”
Ya udah deh mbak saya mandi dulu ya..
Aku mandi dan sholat ashar,,, selesai sholat aku tadabur sebentar…
Uah selesai aku belajar buat besok dan nonton lagi..
Ibu kok belum pulang juga ya??
Padahal udah jam segini..
“ningnong…”
Bel rumah bunyi, aku bergegas mebuka pintu, eh ternyata papa yang baru pulang..
Pa, mamah kok belum pulang sih??
Tanyaku?
Ya papa masih ada meeting , sabar ya sayang..
Kenapa? Kamu kangen banget ya sama mama??
Tanya papa…
“ya pa, sari pengen liburan,,, bosan dirumah mulu…”kataku..
Ya, nunggu ibu libur dulu ya……
Pa coba aja dedek masih ada… pasti rumah ini jadi ramai..
“ya sayang.. ikhlaskan adek kamu ya.. jangan omongin itu lagi nanti ibu malah sedih…”
Ya udah kita makan dulu , selesai tu papa mau bersih-bersih dan kemesjid..
Kami pun makan berdua… aku masih saja teringat dengan suara adekku yang lucu dan selalu membuatku kesal..
Kini dya telah dipanggil sama ALLAH,swt, dan ibu pun melanjutkan karirnya sebagai manajer disebuah perusahaan terkenal dikotaku buat hilangin kesedihannya..
Sejak itu aku jarang ketemu sama ibu, karena dia lebih sibuk dari papa yang seorang kepala dokter disebuah rumah sakit….
**
Selesai makan aku kekamar dan bola balik poto-poto lucu adikku yang manis itu…

Aduh ibu kok lama ya pulangnya….
Jam udah menunjukkan pukul 21.00
Tapi kok belum pulang juga…
Aku bolak-balik didepan pintu,,,
Papa yang sedang nontontv hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah lakuku yang kayak anak kecil itu..
Akhirnya aku nyerah juga dan duduk tenang di samping papa nonton berita..
Jam 22.00 pintu tebuka,,,
Dan terdegar suara yng taka sing bagiku..
“assalamualikum..”’
Aku langsung lari dan mendekap ibuku yang keletihan itu..
Ibu hanya kaget dan bingung, namun dia membalas dekapanku dan mencium pipiku..
“maaf ya bu, kalo selama ini sari sering marah sama ibu dan kurang mematuhi nasehat ibu.
Dan memberikan kado serta bunga mawar yang kubeli tadi siang..
Selamat hari ibu, bu…
Sari sayang ibu dan cinta ibu selamanya,,dan mencium pipi ibu…dan air mata menetes dipipiku yang bulat ini..
ibu merangkulku dan mengusap air mataku,,,sambil berkata”ibu juga minta maaf ya sayang, karena ibu jarang bisa menemani kamu jalan….”
Ibu membac a tulisannya sambil berlinang air mata..
Dia menatapku sambil tersenyum dalam keletihan…”
Terimakasih sayang….ibu juga sangat sayang sama sari dan tak akan meninggalkan sari sendiri lagi”..
Papa yang sadar melihat kami nangi-nangisan langsung memoto kami dan berkata” hayo..nangis aja sepuasnya, wah..wah… papa ga di kasih kado nih.sari ga adil deh sama papa…
Hahaha,,, hari ini kan hari ibu pa. kalo hari ayah, papa ngasih kado buat sari…hehe
Papa mencium pipiku dan mengatakan” papa ibu sayang kamu, dan tak akan meninggalkan kamu sendirian lagi… papa janji kita akan meluangkan waktu buat kamu..
Ya kan ma??
Tanya papa sama ibu..
“ya, ibu juga akan meluangkan waktu buat ngantarin kamu jalan-jalan…”
Janji ya bu,kataku dengan manja…
“ya putri kecil kami…lanjut ibu dan papa…
Kita sayang kamu  permaysuri kami…
Sari sekarang kan udah malam..waktunya tidur dan besok berangkat ke kampus…
Kata ibu…
Aku pun megecup kening papa ibu dan bernajak ke pulau yang kusayangi…

“hari ini hari yang menyenangkan bagiku… terima kasih Rabb Engkau masih memberikan nikmat indahnya hidup dihatiku, dan rasa syukur yang medalam dalam diriku, terimakasih RABB karena Engkau telah menjaga raja ratuku dalam kesehatan dan selalu ada buat ku…”
Adikku sayang,,, hari ini kakak membelikan kado buat ibu dan ibu merasa senang, coba aja kamu masih disini, pasti kebahagiaan ini bertambah lengkap..
Adekku sayang semoga kamu senang disanaya… kami selalu berdoa untukmu adekku yang lucu..kakak sayang kamu …mmmuachhh…
 Dan Ya RABB lidungilah keluarga kami karena zat-Mu yang maha sempurna…
Aminnn..

read more “Mother days”

Minggu, 02 Januari 2011

hari ibu

hari ini, tgl 22 desember hari yang sangat istimewa buat para ibu di seluruh ndonesia.. dan para anak sibuk untuk membelikan kado ataupun membuat puisi buat para ibunya... berbeda sama ina yang sedang dijalanan itu.. dia tidak memiliki ibu lagi,,, dia tingga bersama ayah dan adiknya,, hari ini hari yang ia rindukan, selain hari ibu hari ini adalah hari ulang tahunnya, namun semua harapannya sirna ketika ingat bahwa ibunya telah tiada,, dia memperhatikan setiap anak yang membelikan kado yang indah buat mereka... ina sangat ingin memberikan sebuah kado istimewa buat ibunya, boro-boro buat kado, buat makan sehari saja dia susah, dia harus giat bekerja dan bekerja demi sesuap nasi...semenjak ibunya pergi ayahnya jatuh sakit, dan ina menjadi tulang punggung keluarganya..
hari ini dia mulai bangkit dan bernyanyi tentang ibu dijalanan..
"o..o.. bunda ada dan tiada dirimu kan selalu ada didalam hatiku...."
lagu ciptaan melly goeslow itu terasa menyentuh dan nyaring terdengar ditelinga sungguh luar biasa...
para pejalan kakipun melemparkan uang di mankoknya.....
"alhamdulillah Ya ALLAH, hari ini dapat uang banyak" dan bisa beli kado buat emak,,,
ina bergegas membeli seikat mawar putih dan lili putih yang harum...
dia berlari dengan girang ke makam ibunya..
"emak... hari ini aku dapat uang lebih dan bisa membelikan emak hadiah bunga yang indah ini,,,
emak jasa emak sangat besar dan tanpa imbalan apapun,,, emak ina sayang dan rindu sama emak...
tapi ALLAH sangat cepat mengambil emak,, walaupun emah telah tiada, ina selalu sayang emak, dan ina berdoa semoga emak tenang dan damai disana,,,,"
selesai berdoa ina pulang kerumahnya dan menjumpai ayahnya yang terbaring lemah, yah... tadi ina kemakam emak,,dan ina memberikan sebuah hadiah yang indah buat emak...
ayahnya hanya tersenyum lemah dan mengelus kepalanya" betapa mulianya hati mu nak, "...
sambil meteskan air mata ayahnya memeluknya dengan kasih sayang, dan ina pun terbuai dengan tangisan bahagia hari ini...
sungguh besar hati ina terhadap keluarganya walaupun masih kecil dia tetap bisa membahagiakan orang tuanya,,,
read more “hari ibu”

Minggu, 14 November 2010

Sekolah baru yang penuh kenangan

“Buk, ika ga usah ikut pindah ya?” aku terus memohon supaya tidak ikut pindah sekolah,
“kenapa ka”? ika udah betah disini buk, teman-temannya juga udah nyenangin dan juga tanggung buk, ntar lagi kan ika udh kls 3, ayolah buk bilang sama papa biar ika ga usah ikut pindah..
“ka.. bukannya ibu ngelarang kamu tetap sekolah disini, kalo ibu ngikutin hati ibu, ibu juga tidak mau pindah sayang, tapi kita harus pindah, ibu yakin di sekolah baru nanti kamu dapat teman sebaik yang disini atau malah lebih baik… jangan sedih lagi sayang (sambil mengusap air mataku) aku hanya bisa mengalah dengan keputusan papa,
Setelah berkas kepindahan sekolahku selesai kami berangkat ke daerah seribu bukit,
Mungkin aku tak asing lagi dengan cuaca daerah ini, karena sd juga aku sempat di sini, aku pindah sekolah diam-diam karena aku tidak mau teman-teman yang lain menghalangiku untuk pindah…walaupun sebenarnya aku sedih banget saat pindah..
** beberapa hari setelah kami sampai di kota ini, papa langsung mendaftarkan sekolahku,
Aku hanya uring-uringan dirumah,  karena masih pengen kembali kesekolahku yang dulu..
Namun Tuhan mempunyai rencana lain dari semua ini.
Setelah urusan disekolah baru selesai dan aku bisa pindah kesana, mendengar itu aku semakin malas beranjak dari tempat tidur,,,
** tanggal 16 juli sore papa mengantarkan ku kesekolah baru yang juga memiliki fasilitas asrama, papa sengaja memilih sekolah ini biar aku tetap bisa merasakan suasana asrama..
Namun aku tetap merasa berbeda,, di dalam mobil aku hanya diam dan memasang muka malas-malasan.
“ka jangan manyun terus dong, jangan kayak anak kecil lagi, ayo senyum tunjukkan keteman-teman barunya kalau kamu bisa menerima mereka dan mereka bisa menerima kamu sebagai keluarga baru mereka” aku hanya senyum memaksa sama papa..
Sam pai di asrama aku di sambut hangat oleh teman-teman baruku..
Aku yang lagi uring-uringan hanya bisa melontarkan senyum paksaan..
** waktu berganti waktu aku mulai betah dan bisa melupakan masa-masa asrama ku dulu..
Disekolah ku yang baru ini penuh dengan peraturan,
Salah satunya” bagi cewek tidak boleh pakai celana panjang apakh itu bahan atau jeans
Sedangkan cowok tidak boleh memakai celana jeans..
Rutinitasnya ga jauh berbeda dengan sekolah ku dulu, bedanya hanya disini makannya kayak di pasantren dan belajar malamnya di kelas…
Kekeluargaannya juga lebih terasa, ternyata semua diluar bayanganku,,
“mereka baik dan selalu menolong jika aku ada kesulitan,,
Aku bersyukur banget bisa punya teman seperti mereka, yah walaupun aku masih kangen dengan teman-temanku yang lama…
** selesai upacara kita langsung kabur kekelas,,
Beberapa saat setelah bel walikelasku mengumumkan ada anak baru dikelas kami,
Aku kaget saat mendengar nama nya, ya dia adalah Ika kasturi dari sma yang sama dengan ku dan malah teman sekelasku dulu..
Untuk kedua kalinya aku bersyukur sama Yang Di Atas, karena rasa rinduku biasa terwakili melalui ceritanya…
Aku senang banget akhirnya ada juga teman sekolah ku yang dulu,,
** sabtu sore **
Akhinya aku bisa pulang kerumah juga setelah 2 minggu ga pernah pulang..
Aku langsung bersemangat banget, teman-teman ku hanya bisa tersenyum ngeliat tingkahku yng kesenangan..
Maklumlah bru kali ini ku pulangnya 2 minggu sekali dan juga ketemu sama ibuk yang sudah 3 minggu keluar kota..
Setelah jemputan datang aku langsung pamitan dan pulang, sesampainya di rumah aku langsung sumringah sendiri..
Hehe”ada apa dengan anak ibuk hari ini? Kok senyum-senyum sendiri?” hehe
Aku hanya tertawa dan cerita bahwa ada teman baru dari sekolah yang lama..
“ibuk langsung berdoa alhamdulillah ya ALLAH akhirnya ika bisa menerima ini semua..”
Makasih ya buk udah mindahin ika kesekolah ini, karena pindah ini ika lebih banyak belajar buat bersyukur dan melihat dengan kaca mata yang berbeda…
“ya nak, sekarang kamu tidur besok kan keasrama lagi dan seninnya ujian”..
Setelah di cium kening ku, aku pun tertidur sambil tersenyum indah..
**hari ini balik keasrama seperti biasanya..
Sampai disana aku ngeliat seseorang yang terus ngeliatin aku, aku bingung karena itu orang baru keliatan sekarang, aku nanya sama Ratna,”na itu siapa ya?
“oh itu teman kita juga namanya indra, dia baru pulang dari lomba KIR”
Oohhh, pantasan ndak pernah keliatan,hehe
Kenapa ika suka?? Aku hanya tertawa dan langsung ke kamar..
Di ruang makan dia ngeliatin terus, aku pura-pura ga ngeliat..
Aneh banget itu orang adri tadi fikirku..
Anak baru ya? Aku kaget karena ada orang disebelahku, setau aku cowok ga boleh ketempat anak cewek,,
Eh,,ah,,,hhmmm, ya..  tapi ga baru juga, salam kenal ya.. aku buru-buru memperkenalkan diriku duluan..
“ya salam kenal juga, kok pindah? Ikut orang tua aja jawab ku singkat”
Owh, ya udah aku duluan ya, katanya sambil tersenyum..
‘Eh ya’, kenapa ka? Kok bengong ? Hah, ya ,uhmm aku dikagetkan lagi oleh suara elvi. Gaada apa-apa vi, udah selesai ketemu ibu dapurnya? Udah ayo kita ke kelas..
** ga terasa udah hampir satu tahun aku disini..
Setelah pulang studi tour kami mempersiapkan diri buat UN, kami giat belajar dan tugaspun selalu memanggil untuk di kerjakan,
Hari ini aku dan teman yang lain dapat tugas kelompok dan ngerjainnya di lab komputer, berhubung labnya Cuma satu jadi kelasnya digabung..
Aku dan teman yang lainnya mulai ngerjain tugas, aku satu kelompok dengan teman sekelasku yang dulu dan yang lainnya,, kita malah cerita tentang sekolah dulu, udah beberapa kali aku mengatakan kata”kangen” masa lalu, eh tiba” ada suara kok kangen terus??emang disini ga ada yang mantap ya?
Kasturi Cuma tertawa kecil dn ngomong ya udah langsungkan aja aksimu teman,,hehe
Sambil ngejek ke aku, nah…nah kenapa nih kok ngalihnya ke aku?
Dia hanya tersenyum sambil mengtakan ya aku suka dan sayang sama kamu ka..
“makasih udah suka dan sayang sama aku” aku juga sayang sama kamu sebagai teman dan saudaraku sendiri,sambil tersenyum…
** sampe asrama aku hanya bingung dan ngedengar gosip-gosip ga jelas..
Hedeehh, ada-ada saja tu orang tujuannya kesini belajar atau apa sih? Jelas-jelas di sekolah ini ndak boleh pacaran,,,hehehe
**bulan 5 2009**
Setelah UN selesai kita tinggal ngadain perpisahan kita semua sudah menyiapkan kebaya dan berkatih pake sepatu high heels,,beughhh ini sepatu paling kubenci seumur hidupku..
Pergi pesta aja pasti aku copot malah pake sandal jepit
Hehe
Berlatih udah, panggung udah selesai, undangan untuk orang tua udah selesai juga,,
Leganya,,, akhirnya ujian taruhan nasib ini selesai juga...
***keesokan harinya…
Kami semua sibuk dengan kebaya sendiri dan mek up, aku malah menghapus mek up kesekian kali dan paling  bawel diantara semua..
Setelah selesai semuanya,, kita langsung ke aula..
Dan mendengarkan ceramah dari kepala sekolah dan guru-guru yang lain…
Setelah selesai saatnya salam-salaman antar siswa/I,,, semua pada nangis,,, aku hanya terharu walaupun akhirnya nih air mata keluar juga..
Hehe
Seharian ngeluarin air mata semua sibuk ngompres  mata biar ga bengkak..
** hari ini adalah hari terakhir diasrama, pagi-pagi kami sudah sibuk ngemasin barang masing-masing..
Sebelum kami meninggalkan asrama tercinta ini, aku dan teman-teman melaksanakan sholat perjalanan(lupa namanya,hehe) yang di pandu oleh  ustadz di sekolahku…
Selesai sholat dan memanjatkan doa serta mendengarkan tausyah dari ustadz,kami salam-salaman dan saling tangs-tangisan untuk yang terakhir kalinya di asrama ini, sungguh suasana yang mengharukan,,
Aku berharap ini bukanlah menjadi perpisahan untuk selamanya, semoga kami bisa bertemu lagi di hari yang lain yang sudah membawa keberhasilan masing-masing…
Aku rindu dan sayang sama kalian semua teman-temanku….
“Tuhan untuk kesekian kalinya aku mengucap terimakasih kepada-MU, karena semua ini adalah rencana terindahmu terhadapku, karena pindah aku lebih banyak untuk  bersyukur,lebih dekat kepada-MU dan lebih peduli terhadap lingkunganku,, Terimakasih Tuhan karena telah memberikan ku teman-teman yang lebih baik dari yang ku bayangkan, dan seseorang yang bisa melupakanku tentang masa lalu
J


read more “Sekolah baru yang penuh kenangan”

Sabtu, 13 November 2010

kisah seorang remaja

 dia  adalah seorang remaja manis dan manja,,, dari kecil ia tak pernah merasa kesusahan..ia selalu senang dan dikelilingi limpahan kasih sayang...
semua orang menyayangi dan memanjakannnya, apa yang dia inginkan langsung ada begitu saja tanpa harus menunggu, setelah menginjak masa remajanya, semua berubah, wajah lugu, ceria,senyum manis dan keramahan telah hilang dari kesehariannya,seakan semua itu telah hilang di hapus air laut yang bergelombang, sekarang dia bukanlah gadis yang ceria dan penuh persahabatan, dia lebih banyak diam, menjauh dari teman-temannya, tidak mudah menyapa/tersenyum sama siapa saja, ia pendiam seperti patung,nyawanya seakan hilang entah kemana, ia bagai manusia hidup segan mati tak mau, ia selalu berusaha bangkit dan terus bangkit dari masa lalunya yang hilang, tapi selalu saja memiliki hambatan.
kasih sayang yang ia dapatkan seolah tak berguna bagi nya, ia hanya bisa diam dan terus diam 1000 bahasa,jika di tanya ia hanya tersenyum kaku dan membisu, entah apa yang ada di dalam fikirannya,,fitanahan,kebencian terus datang silih berganti meracuni otaknya…
ia ingin pergi jauh, dia tak ingin menyakiti orang" yang ia sayangi, dia merasa terlalu banyak orang yang tersakiti karenanya, dia selalu di hantui rasa bersalah, ia ingin mengubah semua menjadi lebih baik walaupun itu sulit baginya melupakan masa kelam yang pernah ia lalui,,
sekarang ia hanya bisa tertawa terpaksa, menangis seharian dan melamun,,,
kadang ia berfikir ingin cepat-cepat untuk mengakhiri hidupnya, walaupun itu tak mungkin ia lakukan, ia hanya bisa menitikkan air mata dalam kehidupannya dan  dengan wajah surammenghiasi hari-harinya
"gadis remaja yang lucu kamu harus melupakan semua yang terjadi dalam hidupmu, kamu harus BANGKIT dan BIJAK dalam menghadapi semua, perjalanan hidupmu masih panjang, kamu harus semangat dan tetap tersenyum,,, ayo raih ketertinggalanmu, kamu harus berani berlari dan melewati batu karang yang besar itu dan ombak yang mengerikan,, jika kamu sanggup kamu kan berhasil menjadi org yang bijak, dan gapailah angan dan cita,,,  tiada seorangpun yang membencimu, mereka semua sayang dan selalu ingin bersamamu selamanya..:))

read more “kisah seorang remaja”

in memoryan 26 desember

26 desember 2004, yaaa, tanggal itu mengingatkan ku saat bencana Gempa dan tsunami yang terjadi di daerahku, dan teman-temanku.. dia adalah  Cut Mutia atau biasa di panggil “muti”..
Dia adalah teman sd ku, karena pekerjaan orang tuanya dia ikut pindah ke kota besar Banda Aceh,
Tapi sekarang  dia pindah lagi kedaerahku karena suatu musibah yang menimpanya, ya musibah itu sampai terdengar ke seluruh Dunia,  musibahnya “Gempa dan tsunami”
“Minggu pagi yang cerah muti masih tertidur pulas diatas pulau kapuknya dan masih bermain dengan bunga tidurnya,,
Tiba-tiba sedang mimpi indah dia dikagetkan oleh suara teriakan tak lain adalah suara ibunya..
“Muti..bangun keluar ada gempa” muti langsung loncat dari tempat tidurnya dan setengah sadar dia keluar rumah, dia kaget melihat semua orang keluar rumah sambil membaca istighfar,
Tak lama setelah gempa berhenti  muti dan keluarganya hendak masuk kerumah buat bergegas main kepantai sambil menangkap ikan..
Namun hal itu tertunda karena ada yang berteriak histeris sambil menunjuk ke arah laut..ie..ie..ie..(air..aiir…) muti dan keluarganya kaget dan langsung lari melihat air yang semakin dekat kerumahnya, semua warga berlarian tak tentu arah, begitu juga muti, dia terpisah dengan keluarganya, dia terus berenang  mencari adiknya yang paling kecil, namun tak jua ditemukan..
Tapi ombak semakin tinggi hingga dia kehilangan kendali..
 =========================================================
Beberapa minggu kemudian muti di temukan tak sadarkan diri, dia lemah tanpa tenaga, badannya keriput karena air laut, dan mukannya tergores oleh kayu saat bernenang, kami khawatir melihat keadaannya,,
Setelah sadar dari  pingsannya, muti hanya bisa menangis, dia menanyakan” mana mama, adik sama ayah? “
Aku yang ditanya Cuma bisa diam seribu bahasa dan tak tega untuk memberi tahunya,
Dia terus bertanya dan memaksa dimana keluarganya..
Setelah pulih dia jalan pulang kerumahnya, namun yang diliat buaknlah sebuah istana, namun sebuah tanah rata yang tinggal puing-puing saja.
“Ya ALLAH cobaan apa yang engkau berikan padaku”
“Kemana lagi aku harus berlari, mencari keluargaku”
Dia terus menangis dan menangis… akhirnya kami berinisiatif mendaftarkan keluarganya sebagai orang hilang
Hari berganti hari,minggu berganti minggu, kami belum menemukan kabar tentang keluarganya..
Muti masih saja diam membisu, tidak mau makan karena dia masih merasa bersalah karena telah terpisah dari adiknya”zaitun”..
Hari ini kami ke tempat orang yang hilang,, disana muti melihat satu persatu jenazah mupun yang hidup,,tiba” dia teriak histeris , aku kaget mendengarnya dan langsung menghampirinya
“kenapa ti? Dia merangkulku dan menunjuk” orang yang dibungkus itu..
Siapa ti?? Aku nekad membukanya dan ternyata mama dan adiknya paling kecil”
aku hanya bisa mengatakan”sabar ya ti, kamu ndak bole sedih gini, kamu harus mengikhlaskannya biar mereka bisa tenang disana” tapi dia tetap aja menangis dan menangis..
setelah tahu itu adalah keluarganya langsung dibawa ke daerahku untuk dimakamkan.
Ayahnya selamat namun ga tau keberadaannya dimana..
Waktu terus berlalu dan muti udah bisa buat ngelupain kejadian yang merenggut berjuta jiwa termasuk keluarga dan rumahnya..
Dia kembali ceria  seolah kejadian itu tak pernah terjadi..
Aku senang melihatnya namun kadang aku sedih melihatnya ketika menyendiri dan nangis sendirian,,
Aku hanya bisa berharap semoga dia diberi kesabaran dan menjadi wanita yang kuat seperti yang kukenal pertama kalinya..
Sungguh kejadian ini merupakan Cobaan terberat dalam hidupnya,,
Kini dia telah melanjutkan pendidikannya sekolah keperawatan di kotaku..
Aku senang melihat perubahannya yang tak pernah murung lagi ketika dia sendiri..
“Bersabarlah teman karena suatu saat ALLAH akan memberikan hal yang terindah yang tak pernah kamu sangka-sangka… biarkan waktu berjalan dengan sendirinya dan abaikan kata-kata orang yang menyakitimu dan biarkan keluargamu bahagia di alam sana dan mereka akan senang jika melihatmu tersenyum pada dunia”


read more “in memoryan 26 desember”

Selasa, 02 November 2010

Rindu yang terbendung

Lihatlah hari berganti…namun tiada seindah dulu
Hatiku ingin selalu bertemu untuk mu aku bernyanyi
Untuk ayah tercinta aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam mimpi…………………
Lagu ini adalah kerinduan seorang anak dengan sosok ayahnya,
Ana,seorang mahasiswa di perguruan tinggi di kotanya, dia tidak pernah bertemu dengan papanya sejak dia berusia 10 tahun..
Mungkin perasaannya sedih karena belum pernah merasakan kasih sayang dari sosok seorang bapak,
Dia hanya medapatkan kasih sayang dari seorang ibu yang selalu menyayanginya.. walaupun begitu ana adalah sosok remaja yang peramah, sangat di sayang teman-temannya, dan juga bintang kelas di kelasnya,,,semua dosen menyayanginya,,,,
Tapi itu semua tidak cukup baginya,,, dia hanya ingin keluarganya bisa bersatu kembali,,
Setiap waktu dia berdoa, dia hanya menginginkan papanya bisa kembali kepelukannya,,,
Dia kasian melihat mamanya harus bekerja seharian demi dia dan adiknya.. adiknya selalu menanyakan,,, “ma, papa mana??” mama hanya tersenyum dan berlalu kekamarnya..
“Kak, papa mana??” papa keliling dunia , kalo papa pulang bawa mainan yang banyak buat kamu..”kata ku sambil tersenyum”.
Aku ga tega melihat mama sedih seperti ini terus,,mungkin perpisahan ini terasa pahit bagi mama, tapi mama ga bisa berbuat apa-apa, papa telah pergi meninggalkan keluarga ini sejak mereka sering bertengkar dan akhirnya  memutuskan untuk berpisah,,,tapi sejak perpisahan itu, papa tidak pernah datang ataupun memberi kabar dimana dia sekarang,,,,
“ aku menulis sedikit tulisan buat papa”
“pa andai engkau tahu betapa perih hati ini atas kepergian mu dari sisi kami anakmu,pa betapa sedihnya mama saat engkau tinggalkan, dia bekerja seharian demi anak-anaknya, dia selalu membagi waktu untuk menemani kami di sela-sela kesibukannya, pa andai engkau tahu aku benci dengan kepengecutan mu itu, tapi aku rindu senyuman, canda tawa, serta hangat nya belaian kasihmu untuk kami,,, pa andai engkau mendengarkan kata-kataku,,” Aku sangat merindukan mu dan aku ingin kita bisa bersama seperti dulu lagi tanpa ada kata pertengkaran,,,”
Miss you papa.. kami selalu menyayangimu………….

Hanya kata-kata itu yang bisa ku torehkan tulisan ini untuk kesekian kalinya..
Aku terdiam di meja belajarku…
“kamu ndak boleh marah sama papa dan keadaan, mungkin ini yang terbaik buat kita semua”
Aku kaget mendengar kata-kata itu dan menoleh kebelakang, ternyata mama sudah  di belakangku,
“ma? Kok belum tidur?” mama sudah lama?
Ndak, mama ngeliat pintu kamarmu terbuka, mama mau nutup ternyata kamu belum tidur,
Kamu masih memikirkan itu ya? Ujar mama sambil mengelus rambutku
“tidak ma, ana hanya kasian sama adek, dia tidak bisa merakan kebahagiaan seperti yang ana dapatin dulu, dia hanya bisa berharap dan terus berharap di bawa jalan-jalan dan mainan yang banyak sama papa”,  mama menarik nafas dan merangkul ku” mama juga kasihan membohongi dia terus tapi untuk saat ini jalan terbaik untuk menghiburnya kita Cuma bisa bilang kalo papa masih keliling dunia dan pasti kembali,,, karena dia belum ngerti arti perceraian dan masih terlalu kecil untuk mengetahuinya,,
Kamu jangan memikirkan ini ya, kamu harus bisa menjadi orang yang berguna dan jangan kecewakan mama sama papa ya sayang,,, sekarang udah malam kamu harus bangun pagi, selamat mimpi indah sayang” mama mencium keningku dan mematikan lampu tdurku dan pergi keluar kamar..
Aku hanya bisa berkata ia, dan meresapi kata-kata mama barusan, aku bangga punya mama sepertimu, tidak pernah marah sama kami, dan engkau tak pernah mengeluh melihat tingkah laku kami yang kadang  menjengkelkan,,,
Ma, aku salut atas kekuatan mu dalam menyimpan perih ini..
Ma aku janji akan selalu menjaga mama dan dedek untuk selamanya dan akan aku buktikan sama papa walaupun tanpa papa aku masih bisa tersenyum bahagia,,

read more “Rindu yang terbendung”